Luruskan Niat dalam Segala Aktifitasmu


By Harry Santosa

Di awal tahun, beberapa produk inovatif Islami bermunculan, termasuk moslem planner, semacam agenda Muslim untuk menemani aktifitas produktif selama setahun ke depan. 

Agenda Islami seperti ini umumnya berisi ratusan motivasi berupa ayat, hadits dan quote Islami dstnya. Sebagai pengantar biasanya dibahas tentang aqidah seorang Muslim, yaitu tentang maksud penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah semata dan menjadi khalifah di muka bumi. 

Maka kemudian dibahas dalam Moslem Planner itu bahwa semua kerja dan rencana aksi harus dalam kerangka beribadah kepada Allah, dalam kerangka bahwa kita adalah wakil Tuhan (khalifah Allah) yang diberikan sumberdaya waktu kehidupan dan sumberdaya alam serta pertemanan untuk hidup produktif dstmya. 

Intinya, Moslem Planner setiap tahun, sebagaimana pelatihan motivasi bisnis muslim umumnya, yaitu diawali dengan membahas hal hal terkait aqidah tentang maksud penciptaan, konsep rezqi spt di atas, lalu setelah itu selalu meloncat pada aktifitas praktis ala barat materialisme yang menekankan untuk memanfaatkan waktu, bekerja lebih smart, mencari dunia lebih giat sebagai bekal akhirat, membangun jaringan untuk menciptakan peluang bisnis, melejitkan omset dan menggegas kinerja dstnya.

Walhasil, ujungnya sama saja dengan cara barat materialisme memandang dunia. Pada tataran praktek menjadi aneh, ketika seorang Muslim mengaku bahwa hidupnya untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah di muka bumi yang menebar rahmat dan manfaat, namun yang ditunggu tunggu adalah keuntungan dunia. 

Capaian capaian hidup menjadi orientasinya adalah obsesi dunia: materi, materi dan materi. Yang jadi mindsetnya adalah melejitkan omset, kemudian rezqi diukur dari profit dstnya. Allah tidak melarang mukmin menjadi kaya, berkuasa dan populer, namun Allah mengharamkan itu semua menjadi orientasinya.

Nampak dalam Moslem Planner maupun Pelatihan Motivasi Bisnis Muslim bahwa aqidah yang dibahas sebagai pengantar, ayat yang ditampilkan maupun quote relijius dsbnya hanyalah penempelan agama, motivasi manipulatif yang membuat orang seolah beramal utk akhirat padahal seluruh isi kepala dan orientasinya adalah dunia. 

Stress dan galau serta penyakit fisik yang muncul kemudian adalah persis yang dialami manusia sekuler. Manipulasi dan korupsi yang "tanpa sadar", tricky financial pengganti riba dll seringkali jadi tools agar cepat kaya, pada akhirnya, selalu digunakan. Sementara relasi cinta dan kedekatan pada keluarga kemudian hanya sambilan, semakin renggang bahkan dilupakan dstnya. Mengapa demikian?

Itu karena, ada ruang kosong antara aqidah (the purpose of life) dengan amaliah (life practice). Ruang kosong yang tak pernah dibahas dan didefinisikan itulah yang membuat pada akhirnya, agama hanya sebagai skeleton atau casing, sebagai bungkus spiritual dari orientasi dunia yang coba disembunyikan. 

Seolah relijius, namun sesungguhnya hanya teknik teknik mengejar kekayaan ala barat materialisme yang berbungkus agama. Maka kelak akibat2 buruk yang dihasilkannya sama seperti di barat, yaitu stress, kekacauan hidup, obsesi dunia, kompetisi yang merusak ukhuwah bahkan sampai kepada perceraian dstnya.

Lalu apa ruang kosong itu? 

Ruang antara aqidah dan amaliah itu adalah Misi Hidup. Keimanan seorang mukmin bukan cuma ditataran keyakinan di kepala namun harus turun dan berwujud menjadi Misi Hidup yang ajeg dan diperjuangkan sampai akhir hayat.

Keimanan dalam wujud Misi Hidup harus berangkat dari hal hal apa dalam masyarakat yang sungguh sungguh ingin kita rubah atau perbaiki dengan solusi terbaik atas passion atau bakat, dengan dukungan inovasi yang hebat, tanpa melupakan untuk mengelola relasi relasi dan keterlibatan pasangan dan anak dalam prosesnya juga melibatkan jama'ah atau komunitas dstnya.

Dengan Misi Hidup seperti atas, maka terjembatanilah antara Aqidah dalam tataran keyakinan, dengan program dan kinerja dalam tataran praktek. Misi hiduplah kemudian yang mendrive semua rencana dan aksi.

Tiada lagi orientasi dunia atau obsesi yang berbungkus agama, karena Misi hidup itulah yang mentransisi orientasi dunia menjadi orientasi langit, yaitu menebar rahmat dan sebesar besar manfaat bagi dunia, bukan mengejar kekayaan dan kebahagiaan semu dengan melejitkan omset dengan segala cara.

Disclaimer !

Teks di atas adalah postingan sharing semata. Seluruh media yang tersedia di Cah Bantul ini hanyalah untuk berbagi wawasan dan info update terkini tentang Cah Bantul ini. Apabila ada kesamaan nama, alamat atau juga hal lain dalam postingan harap dimaklumi menimbang informasi digital adalah bentuk sosial media yang menjadi konsumsi publik, bukan sebagai hak milik.

Berlangganan Update via Email:

0 Response to "Luruskan Niat dalam Segala Aktifitasmu"

Posting Komentar