Kerinduan yang Mendalam



Azkiya,

Rindu barangkali semacam racun yang kita racik dari kesendirian kita yang sunyi, dari tempat yang jauh, dari hilangnya kesempatan untuk melihat senyum seseorang yang kita sayangi, dari ruang-ruang kosong diantara jari-jemari, dari sebuah pesan yang terlambat masuk ke ponsel, dari percakapan yang tergesa-gesa dan dari apapun yang membuat kita nelangsa.

Racun itu kita minum sendiri membuat dada kita menjadi lemah dan mata kita berair.

Ki, manusia selalu membutuhkan perjalanan untuk menemukan pengetahuan. Dan dikejauhan, aku mencintai keseluruhan dirimu. Aku mencintai semua kelebihan dan kekuranganmu dengan sempurna. Ketika kamu dekat, aku menjadi lebih kuat. Ketika kamu jauh, kamu menjadi nada-nada minor yang menyusun simfoni indah dalam diriku. Ketika kamu berada disampingku, langkahku tegap menuju kebahagiaan. Ketika kamu tak berada disampingku, aku berlari sekuat tenaga untuk menemukan jalan terdekat untuk menggenggam tanganmu kembali.

Tetapi, betapapun aku memberikan semuanya dan meskipun kamu melakukan segalanya, kita tak bisa selama-lamanya bersama, bukan ? Ada masanya saat kita mesti berjalan sendiri-sendiri di tempat yang berjauhan sebagai dua insan yang saling merindukan. Dan rasa kehilangan adalah pengalaman ajaib yang membuat kita lebih mengerti tentang rasa memiliki dimana sepi selalu melubangi banteng air mata, dimana least waktu tak bisa kita kejar, dimana jarak tak bisa kita ringkas.

Ki, mengapa Alloh memberi kita kemampuan untuk menciptakan racun bernama kerinduan ?

Dalam takdir yang memberikan semacam perpisahan kepada sepasang manusia, mengapa hidup seringkali begitu sialan menciptakan jarak yang tak bisa dilipat, juga waktu yang tak bisa disingkat ? Bisakah kita menciptakan penawar untuk sekedar memberi kita sedetik dekat dekapan untuk sepasang dada yang mendambakan hangat sebuah pelukan?

Aku benci menjadi cengeng seperti ini, Ki. tetapi lebih membenci semua hal tentang waktu, segala hal tentang jarak, yang memisahkan aku dan kamu.

Disclaimer !

Teks di atas adalah postingan sharing semata. Seluruh media yang tersedia di Cah Bantul ini hanyalah untuk berbagi wawasan dan info update terkini tentang Cah Bantul ini. Apabila ada kesamaan nama, alamat atau juga hal lain dalam postingan harap dimaklumi menimbang informasi digital adalah bentuk sosial media yang menjadi konsumsi publik, bukan sebagai hak milik.

Berlangganan Update via Email:

0 Response to "Kerinduan yang Mendalam"

Posting Komentar