Jogja Istimewa


Sabtu 22 April 2017 kurang lebih pukul tujuh pagi Azkiya dan lidya menginjakkan kaki di Terminal Giwangan Yogyakarta. Setelah semalam berjuang di dalam bus, akhirnya Azkiya bisa menghirup udara segar. Setelah Azki dan Lidya sampek kos aku nyamperin untuk bertemu Azki dan mengambil pentol gila frozen untuk dipanasin lagi agar tidak basi. Senang rasanya bisa bertemu dengan Azki kembali setelah sekian lama gak bertemu. Setelah itupun aku pulang ke rumah dan mengukus pentol tersebut hingga matang sampai dalam-dalamnya. Pentol gila emang enak banget rasanya jadi pengen makan pentol gila lagi. Siangnya setelah dhuhur aku, Azki, Lidya dan temennya jalan-jalan ke tamansari dan berfoto ria di sana. Setelah mendapatkan banyak foto kami pergi ke masjid gedhe untuk melaksanakan sholat asar dan dilanjutkan makan di Ayam Smash.

Tujuan wisata malamnya yaitu alun-alun kidul dan kami kurang beruntung karena cuaca malem itu hujan hingga mendekati isya. Kami di alun-alun kidul hanya muteri lapangan dan setelah itu berpindah tempat ke malioboro untuk liat-liat saja haha. Setelah capek jalan dari ujung 0 KM jogja hingga hampir ujung jalan malioboro, kami memutuskan untuk kembali ke tempat parkiran motor untuk mempersiapkan jalan-jalan untuk keesokan harinya.


Keesokan harinya kami jalan-jalan di tempat wisata Gunung Kidul. Untuk rute menuju gunung kidulnyapun aku lewatkan jalan menuju rumahku dan diprotes sama Lidya "harusnya lewat ringroad enak mas jalannya gak jelek kayak tadi" akusama Azkipun tersenyum sambil menjawab sengaja buat nyenengin Azki itu Lid haha. Setelah melakukan perjalanan panjang kami sampailah di tempat wisata Air terjung Sri Gethuk. Sayang sekali pada saat itu airnya lagi keruh karena lagi musim hujan dan cuacapun juga sangat puanas.



Setelah nyantai  dan puas foto-foto kami melanjutkan perjalanan menuju pantai-pantai gunung kidul tak lupa sebelum mantai kami mampir warung untuk isi tenaga. Pantai pertama yang kami kunjungi yaitu pantai Drini, suasana pada saat itu mendung sehingga sunsetnya ketutupan awan. Pada pukul setengah lima kami pindah menju pantai pok tunggal untuk bermain air disana hingga maghrib. Setelah bersih-bersih diri kami pulang menuju Jogja. Suasana pulang malam tersebut dipenuhi oleh bus pariwisata yang besar-besar dan hujan yang membuat suasana menjadi tidak enak. Di tengah perjalanan ada insiden supir bus yang ngambek dan memberhentikan busnya pada tanjakan otomatis semua kendaraan yang berada dibelakangnya kelabakan. Pada saat yang bersamaan motornya Lidya juga gasnya manjer dan mereka ditolong bapak-bapak dan motornyapun masuk bengkel. Aku dan Azki sudah berada di depan dan setelah menghubungi Lidya dan tahu Lidya masih dibelakang, kita muter balik untuk menemui Lidya di bengkel motor tersebut.


Beberapa menit kemudian motornya Lidya sudah beres dan kamipun melanjutkan perjalanan menuju kota Jogja. Di tengah perjalanan kami istirahat di bukit bintang untuk makan malam sambil menikmati pemandangan kota Jogja dari ketinggian. Dan pada pukul sebelas lebih kami sampai pada tempat tinggal masing-masing.


Pada hari seninnya setelah Azki menemani Lidya untuk ganti jadwal tiket kereta, Aku  dan Azki jalan-jalan di Imogiri. Tak lupa pada perjalanan menuju Imogiri, Azki membeli sepatu crocs karena crocsnya Azki sudah licin. Tempat tujuan pertama kita yaitu hutan pinus Imogiri. Acara wajib yang tak pernah kita tinggalkan pada saat di tempat wisata yaitu berselfie ria. Setelah duduk-duduk di tempat-tempat yang sudah disediakan dan berfoto-foto, kita beralih menuju jurang tembelan. Di jurang tembelan kita tidak terlalu lama hanya berfoto sebentar dan pindah menuju watu lawang. Nasib masih belum berjodoh dengan watu lawang karena pada saat itu sudah tutup karena sudah mau maghrib.



Perjalananpun berlanjut dengan tujuan untuk membeli bakpia 25 untuk oleh-oleh. Di tengah perjalanan aku menanyakan Azki ingin makan apa dan ternyata Azki ingin makan mie kluntung. Sayangnya setelah googling ternyata di Jogja tidak ada akhirnya kita makan di tempat Bakmi Jawa, aku memesan bakmi godhog dan Azki memesan Bakmi goreng nyemek. Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan menuju tempat penjualan bakpia 25 dan setelah itu kita mampir di angkringan depan KR karena Azki ngidam sate usus. Setelah itu kita pulang deh karena besoknya Azki harus berangkat pagi-pagi menuju stasiun lempunyangan untuk kembali ke Surabaya.




Pagi harinya aku mengantar Azki menuju ke Stasuin lempuyangan untuk kembali menuju Surabaya dengan menggunakan kereta Sri Tanjung. Di stasiunpun Azki nanya "mas udah mandi?" dan kujawab belum ki trus ditimpali lagi sama Azki mau ketemu Azki kok gak mandi si mas. Deg pada saat itupun aku tersadarkan bahwa selama ini aku salah dengan cueknya akan penampilan. Seharusnya aku tampil ganteng saat bertemu Azki selain itu ya tampil biasa-biasa aja. Pagi itu sedih banget rasanya berpisah dengan Azkiya dan rasa kangenpun sudah menghantuiku. Sampai jumpa pada pertemuan-pertemuan berikutnya Azkiya Nabila :))

Disclaimer !

Teks di atas adalah postingan sharing semata. Seluruh media yang tersedia di Cah Bantul ini hanyalah untuk berbagi wawasan dan info update terkini tentang Cah Bantul ini. Apabila ada kesamaan nama, alamat atau juga hal lain dalam postingan harap dimaklumi menimbang informasi digital adalah bentuk sosial media yang menjadi konsumsi publik, bukan sebagai hak milik.

Berlangganan Update via Email:

0 Response to "Jogja Istimewa"

Posting Komentar