Ketakutan Para Pendaki Kaum Hawa

Mendaki adalah sebuah kegiatan outdoor yang sangat menakutkan begitulah kurang lebih yang ada dibenak para wanita. Harus berhari-hari di gunung, tidak mandi, tersengat oleh sinar matahari sehingga kulit menjadi hitam, harus menahan beratnya ransel dan dinginnya cuaca. Namun dari itu semua nyatanya pada saat ini tak sedikit dari wanita yang tangguh dan berani untuk "blusukan" di gunung.

Pendakian pertama bagi para wanita seringkali dihantui oleh ketakutan-ketakutan terutama bagi mereka yang masih belum familiar dengan kegiatan-kegiatan outdoor yang cukup ekstrim. Ketakutan-ketakutan yang sering muncul adalah sebagai berikut :

Aku Kuat atau tidak Ya ?


Puncak Mahameru
Diah ayu bisa menggapai puncak tertinggi di jawa walaupun dengan "tertatih-tatih" pada pendakian pertamanya
Seringkali para pendaki wanita yang ingin bergabung mendaki bertanya dengan pertanyaan "aku kuat gak ya berjalan sampai puncak? Jalurnya susah atau tidak?". Pertanyaan tersebut sebenarnya hanya bisa dijawab oleh diri sendiri karena yang paling mengerti tentang keadaan diri itu ya kamu sendiri. Apakah kita mempunyai sakit berat atau mempunyai alergi dingin dan sebagainya. Namun jika anda mempunyai niat dan keinginan yang kuat serta diiringi dengan persiapan yang matang dan doa insyaalloh sesuatu yang niatkan tersebut bisa tercapai tak hanya dalam mendaki tetapi dalam segala hal di dunia ini.



Intinya yang paling mengetahui batasan kondisi fisik kita adalah diri kita sendiri dan janganlah memaksakan batasan tersebut dan jangan segan untuk menceritakan pada rombongan yang anda ikuti untuk dicarikan solusi bersamanya. Ingat bahwa puncak hanyalah bonus bukanlah tujuan utama karena tujuan yang paling utama adalah anda pulang dengan selamat. :D

Bagaimana kalo mau mandi atau buang air ?

Nanti kalo di gunung gimana ya mandi sama buang airnya ? Itulah pertanyaan kedua yang sering muncul ketika para wanita ingin melakukan pendakian. Kalo mendaki arjuno via purwosari enak bisa buang air dicloset karena hingga pos 5 masih ada toiletnya haha. Kalo di lewat jalur lain atau di gunung lain ya tentunya kita tak usah mandilah mandi hanya pada saat mau mendaki dan saat turun dari pendakian saja itu sudah cukup. Dan untuk buang airnya ya cukup mencari tempat yang bukan jalur pendakian dan memang diperbolehkan untuk buang air di tempat tersebut. Usahakan minta bantuan teman cewek lainnya berjaga barangkali ada orang lain yang lewat.

Belum Pernah Mendaki

Biasanya orang tertarik mendaki karena melihat foto-foto temannya kok menarik namun terjadi pergolakan batin antara ingin mendaki atau tidak karena sama sekali belum ada pengalaman mendaki. Takut kalau kesasar saat mendaki gunung dan ketakutan-ketakutan yang lainnya. Tentunya hal itu bisa ditangani dengan cara mengajak pendaki lain yang sudah pernah mendaki melalui jalur tersebut sehingga resiko untuk tersesat menjadi kecil bukan nol karena walaupun sudah pernah melalui jalur tersebut kemungkinan untuk tersesat masihlah tetap ada haha. Jadi untuk para wanita jangan takut untuk mendaki angkat ranselmu dan mendakilah haha.

Nanti Kulitku Hitam dan Rusak

Nha itu pertanyaan yang agak susah dijawab soalnya ya kalo gak mau hitam dan rusak berdiam diri di rumah aja namun tenang saja sekarang sudah banyak krim atau lotion sunblock jadi gunakanlah krim tersebut. Dan gunakan pakaian yang menutup kulit agar tidak tersengat oleh panasnya sinar matahari saat siang hari. yuuk tunggu apa lagi bulatkan tekad anda lakukan persiapan yang baik, angkat ransel anda dan lihatlah betapa indahnya bumi pertiwi ini. :D

Disclaimer !

Teks di atas adalah postingan sharing semata. Seluruh media yang tersedia di Cah Bantul ini hanyalah untuk berbagi wawasan dan info update terkini tentang Cah Bantul ini. Apabila ada kesamaan nama, alamat atau juga hal lain dalam postingan harap dimaklumi menimbang informasi digital adalah bentuk sosial media yang menjadi konsumsi publik, bukan sebagai hak milik.

Berlangganan Update via Email:

2 Responses to "Ketakutan Para Pendaki Kaum Hawa"